Bismillah....
Image Hosted by ImageShack.us

Monday, May 11, 2009

.::Hijrah:Kembali ke Jalan Allah::.

Tidak ada yang menjanjikan bahawa kehidupan di dunia akan penuh dengan kebahagiaan bagi semua orang. Tidak ada yang mampu menjanjikannya, kecuali Allah. Dan Allah tidak pernah menjanjikannya. Bagi orang yang beragama, kebahagiaan yang kekal dijanjikan dapat diraih di kehidupan selanjutnya. Sehingga setiap manusia yang lahir ke dunia harus siap menghadapi kenyataan bahwa hidup di dunia tidaklah mudah. Kehidupan di dunia akan menjadi suatu perjalanan yang harus ditempuh dengan penuh perjuangan.

Keyakinan akan kekuasaan Tuhan adalah sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh setiap manusia yang mengaku beragama. Keyakinan itu kemudian akan membawa konsekuensi bahwa mau tidak mau mereka harus mengikuti seluruh kalimat-kalimat Tuhan dan para utusan-Nya yang memuat berbagai aturan dalam menjalani kehidupan di dunia. Aturan tersebut memang lebih banyak mengekang dan membatasi perilaku manusia, namun itulah yang seharusnya, jika manusia tetap ingin mempertahankan martabatnya sebagai mahluk yang memiliki peradaban.

Jadi sebenarnya tidak ada yang boleh dijadikan dasar bagi orang yang beragama untuk menganggap bahwa mereka berhak menikmati segala apa yang mereka inginkan demi kebahagiaan hidup mereka di dunia.

Berpijak dari keyakinan itu , kita mengambil sikap untuk tetap mempertahankan iman dan islam ki. Kerana keislaman dan iman kita kepada Allah adalah suatu anugerah yang sangat agung. kita tidak ingin menghancurkan anugerah tersebut hanya demi kenikmatan sesaat di dunia.

Tidak kita sedari, bahawa kitapun sedikit atau banyak pernah terpedaya oleh bisikan-bisikan yang mengatakan bahwa kita mempunyai hak untuk meneguk kebahagiaan yang kita inginkan. Akan tetapi pada akhirnya kita menemui bahawa diri kita hanyalah mahluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhannya.

Ketika kita pernah mencuba mempertanyakan dan memberontak kepada Allah, kita tidak sadar bahawa apa yang kitai tuntut hanyalah sesuatu yang sangat tidak bermakna dibandingkan keagungan Allah yang meliputi seluruh alam semesta. Dan saat kemudian kkita menyedarinya, kita pun jatuh tersungkur di hadapan-Nya. kita sebenarnya tidak patut mempertanyakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kita sebenarnya hanyalah mahluk yang sangat bergantung kepada Khaliqnya, kita sebenarnya terlalu lemah untuk berani menentang Allah. Maha Suci Engkau Ya Allah, dari segala prasangka buruk yang pernah muncul dalam hati kami yang buta.

Kesedaran itu tidaklah kemudian membuat kecenderungan yang ada dalam diri kita menghilang. Kecenderungan itu tetap ada dalam diri kita. Namun yakinlah bahwa adanya kecenderungan itu sendiri bukanlah suatu dosa bagi kita. Adanya kecenderungan itu adalah sebagai ujian bagi keimanan kita. Dosa baru ditimpakan bila kita kalah dan mengikuti hawa nafsu dengan melakukan perbuatan yang tidak diredhai-Nya. Untuk itu kita harus berjuang untuk melawan kehendak hati kita yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Dan nampaknya perang kita ini akan berlangsung seumur hidup.

No comments: